July 25, 2018

Visa Irlandia, Gratis Tapi Rumit

Tanggal 26 s.d. 31 Mei 2018 yang lalu aku pesiar ke utara Eropa demi mencari sesosok Sherlock Holmes dan Westlife. Negara apakah itu? Yak tepat sekali: Inggris dan Republik Irlandia! Meskipun keduanya bertetangga, Inggris dan Irlandia menggunakan visa yang berbeda, kecuali emang cuma mengunjungi Belfast di Irlandia Utara, cukup punya visa UK saja. Puji Tuhan, kedua visa dapat aku peroleh tepat waktu walau sempat ada 'aral melintang' untuk visa Irlandia. Gimana ceritanya??? Yuk, baca lebih lanjut blogpost satu ini!

Setelah sejumlah perjuangan, akhirnya visa aman di tangan


Bang Adi telah melakukan riset dan observasi yang sangat matang dalam mempersiapkan aplikasi visa Irlandia. Dari beliau lah aku tahu bahwa visa Irlandia ini: gratis, lama, dan paspornya tidak ditahan. Mengingat tiga faktor tadi, kami putuskan untuk apply visa Irlandia terlebih dahulu baru kemudian visa UK. 

Persyaratan yang kami siapkan adalah berkas-berkas yang seperti biasa, sebagaimana persyaratan visa Korea Selatan, Jepang, dan Schengen. Tapi ada tiga berkas baru: akta lahir yang diterjemahkan oleh sworn translator, Surat Referensi dari Irlandia, dan Surat Aplikasi. Sisanya... sama saja kok. 

Menyiapkan Aplikasi Visa




Langkah paling awal dari apply visa Irlandia adalah memenuhi sejumlah persyaratan administrasi berikut:
  • Formulir aplikasi visa diisi secara daring di situs https://www.visas.inis.gov.ie/
  • Surat Aplikasi (Application Letter) berisi alasan kenapa ingin mengunjungi Irlandia beserta tanggal ketibaan dan keberangkatan. Di surat juga tuliskan janji/komitmen bahwa kita akan mematuhi persyaratan visa, tidak menjadi beban bagi Irlandia, dan meninggalkan negara ini sebelum masa berlaku imigrasi habis.
  • Surat Referensi dari Irlandia (Reference Letter from Ireland), bisa didapatkan dari Kedubes Irlandia dengan cara mengirim permintaan lewat surel. Nanti tinggal lengkapi format suratnya dengan mengisi nama, nomor paspor, dan tanda tangan kita.
  • Asuransi perjalanan yang mencakup seluruh hari perjalanan di Irlandia.
  • Surat Keterangan Bekerja/Referensi Kantor, sangat penting untuk membuktikan bahwa kita benar-benar punya pekerjaan di Indonesia dan menjamin akan kembali ke tanah air setelah pelesir ke Irlandia.
  • Slip gaji selama 3 (tiga) bulan terakhir.
  • Surat Referensi Bank, dibuat di bank tempat kita membuka rekening. Sebaiknya pilih rekening yang jadi tempat kita menerima gaji karena arus duit masuk dan keluarnya lancar. Kemarin aku bikin di BRI, butuh 3 hari kerja (tapi karena aku kejar-kejar, akhirnya selesai dalam 2 hari saja) dengan biaya Rp150.000,-
  • Rekening koran selama 3 (tiga) bulan terakhir.
  • Bukti pesan akomodasi untuk setiap hari selama ada di Irlandia, kecuali kalian ada melampirkan tiket bis/kereta malam. Pilihlah fasilitas free book/pay at the property seperti di Booking.com.
  • Bukti pembelian/pemesanan tiket pesawat, mulai dari meninggalkan Jakarta hingga tiba kembali di Jakarta. 
  • Itinerary alias jadwal perjalanan. Mau ke mana saja selama di Irlandia, tulislah dengan lengkap.
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Akta Kelahiran - jika tidak dalam Bahasa Inggris harus diterjemahkan oleh sworn translator 
  • Pasfoto ukuran 3.5 x 4.5 cm berlatar putih dengan zoom 80% (sama kayak visa Schengen)
  • Paspor saat ini dan paspor(-paspor) lama.
  • TAMBAHAN: Kalau berencana melewati Britania Raya (UK) sebelum/setelah megunjungi Republik Irlandia, kita wajib memiliki visa UK yang telah terbit di paspor.
Perlahan tapi pasti, satu persatu dokumen persyaratan berhasil kami lengkapi. Hari Sabtu, 21 April aku dan Bang Adi selesai mengisi formulir aplikasi visa. Senin, 23 April kami menerima surel balasan dari Kedubes Irlandia berisi Reference Letter from Ireland

Surat Referensi dari Irlandia

Bersamaan hari itu, datang juga paket translasi akta lahir dari sworn translator. Kami menggunakan jasa Pak Anang Fahkcrudin yang berlokasi di Kebayoran Baru jadi lumayan mahal biaya Go-Send-nya. Sebenarnya bisa lebih murah jika menggunakan jasa pengiriman TiKi atau sejenisnya, tapi mana sempat... besok kan kami sudah harus ke Kedubes. Untuk biaya, karena aku baru kemarin mengirimkan scan Akta Lahir, aku dikenai biaya ekspress seharga Rp70.000,- per lembar. Biaya translasi normal sih cuma Rp35.000,- untuk waktu pengerjaan 2-3 hari kerja.

Setelah semua berkas siap di tangan, Bang Adi pun membuatkan janji dengan menelepon ke Kedubes Irlandia. Kami mendapat slot waktu hari Selasa, 24 April 2018 jam 10.00 pagi.


Mengunjungi Kedutaan Besar Irlandia

Aku dan Bang Adi janjian bertemu langsung on the spot di Kedubes Irlandia jam 10.00 pagi. Wah ini juga ada dramanya readers. Pasalnya Bank BRI cabang Kemenkeu (terletak persis di kantorku) belum juga selesai menerbitkan Surat Referensi Bank yang kupesan sejak Jumat kemarin. Gemezzzzz banget rasanya. Begitu selesai dari bank jam 09.30 aku langsung tancap gas memesan Go-Jek ke Gedung World Trade Center I di Sudirman. Ealah, aku malah diguyur hujan deras di tengah jalan. Sejumlah berkasku basah kuyup, tapi puji Tuhan untuk berkas-berkas visa Irlandia tidak ada yang terkena air hujan. Ya ampun mau menangis terharu rasanya. Setengah terharu, setengahnya lagi air mata lelah karena capek mengurus visa 😂 Kadangkala kepikiran untuk pensiun dari dunia traveling... atau setidaknya dari negara-negara yang membutuhkan visa.

Kedubes Irlandia terletak di Lantai 14, mudah saja menemukannya. Di pintu masuk Kedubes, seorang satpam menyambut bersama metal detector-nya. Saat itu, hanya ada Bang Adi dan 2 orang tamu lain di ruangan kecil tersebut. Aku yang sudah terlambat 10 menit langsung bergegas merapikan berkas kemudian menyerahkan kepada satpam. Beliau yang bertugas memeriksa kelengkapan berkasku lalu mengantarkan ke loket.

Enaknya di Kedubes Irlandia ini, tidak ada rasa deg-degan dan hening mencekam yang terasa di ruangan. Sungguh berbeda dengan Kedubes Rusia 😄 Oh iya di ruangan juga tersedia majalah gratis berisi informasi wisata di Irlandia. Langsung dong kubungkus untuk dibawa pulang! Hahaha.

Rupanya masih ada dokumen yang kurang yaitu pemesanan hotel di satu malam di Irlandia. Staf Kedubes mengizinkan kami untuk melengkapi dokumen ini pagi itu juga sebelum istirahat jam 12.30 WIB. Puji Tuhan, ada percetakan Snapy di gedung sebelah. Bang Adi sigap memesan hotel di situs booking.com dan kami berlari-lari (literally berlari haha) untuk mencetak bukti pemesanannya. Semua berkas kini lengkap, saatnya pulang dan menanti hasil pemrosesan visa dengan sabar.


Masa Penantian

Pagi-pagi di hari Jumat, 11 Mei 2018 hinggaplah satu lembar surel ke kotak masukku:
We would like to inform you that the visa application No. 34xxxxxx (Supriadi) and No. 34xxxxxx (Mrs. Erlinel Manuel) is currently in process. After further examination we conclude that the Bank Account statements you submitted still don't meet the requirements for your visa application. Further Bank Accounts will be required to submit for your application. Please kindly enclosed more Bank Account Statements and Financial supports for your visa application. Thank you.
Wagelaseh. Gimana nggak panik ya kan. Secara ini berbicara masalah "duit" yang mana memang tidak sampai berpuluh juta di rekeningku (kalau di rekening Bang Adi sih kurang tahu ya hahaha). Detik itu juga kutelepon Kedubes Irlandia untuk menanyakan dokumen apa yang harus kami susulkan.
Bisa berbentuk rekening koran dari bank lain, atau rekening reksadana dan investasi atas nama Bapak/Ibu sendiri. Pokoknya dokumen yang menunjukkan bahwa Bapak/Ibu mampu secara finansial untuk membiayai perjalanan ke Irlandia ini.
Ya salam. Rekening bank sih banyak... isinya itu lho tak seberapa hahaha 😅 Aku memutar otak; kuputuskan untuk mengakali dokumen ini dengan... membuat surat sponsor orangtua! Hahaha. Cara ini sempat mujarab soalnya waktu apply visa Jepang, siapa tahu kali ini aku bisa tertolong lagi. Aku buru-buru mencetak rekening koran orangtua beserta membuat surat sponsor yang menyatakan bahwa orangtuaku bersedia menanggung biaya perjalanan apabila dana pribadiku tidak cukup untuk menanggung.

Siangnya aku dan Bang Adi kembali menyambangi Gedung World Trade Center I. Tingkat kecemasan kali ini lebih tinggi daripada waktu pertama kali apply. Puji Tuhan kami ditolong oleh Pak Jack, seorang staf di Kedubes yang meng-assist kami dalam penyelesaian masalah ini. Selain rekening koran Bang Adi dan surat sponsorku, Pak Jack meminta kami untuk membuat surat pernyataan terkait kartu kredit. Secara garis besar surat itu menyatakan bahwa kartu-kartu kredit tersebut dapat digunakan untuk bertransaksi dan diterima di luar Indonesia, terbukti dari histori pemakaiannya selama perjalanan kami di negara-negara lain, dan limit-nya masih mencukupi.

Pembuatan Surat Pernyataan


Visa Terbit!

Tak berapa lama, hari Senin, 14 Mei 2018 datanglah pengumuman yang kami tunggu-tunggu:
Dear Sir/Madame,
We would like to inform you that the following visa applications have been approved:
1) 34xxxxxx-Erlinel Manuel
2) 34xxxxxx-Supriadi
Please call us to arrange an appointment for the visa collection.
Berhubung paspor kami masih ditahan untuk proses visa UK, kami sempat menunda untuk menjemput visa Irlandia ini. Setelah paspor (dan visa UK) aman di tangan per hari Senin, 21 Mei 2018, aku langsung menelpon Kedubes Irlandia untuk membuat janji penjemputan visa.

"Untuk slot waktu penjemputan yang terdekat hari Senin depan ya Mbak tanggal 28 Mei..." kata staf Kedubes yang menerima teleponku.

"Waduh, tidak bisa Mas, soalnya kami berangkat hari Jumat ini tanggal 25 Mei 2018." (Dalam hati: piye toh wong ketulis di formulir kok...)

"Oh begitu ya, sebentar Mbak saya cek dulu..." (Hening sejenak) "Baik Mbak kalau begitu bisa datang hari Kamis, 24 Mei 2018 sore hari ya setelah jam 13.00 siang. Mohon membawa paspor beserta satu lembar kopi bukti pemesanan tiket (seakan belum percaya kalau kami beneran berangkat hari Jumat). Terima kasih."

"Selamat Menikmati Waktu Anda di Irlandia" :)

Karena tak bisa ikut menjemput, aku cuma menitipkan paspor dan Surat Kuasa ke Bang Adi untuk penjemputan visa. Bang Adi cerita bahwa staf Kedubes/petugas loket sempat memeriksa kembali paspor kami sebelum ditempelkan visa. Orangnya kaget melihat ada visa UK di lembar terakhir, karena saat apply kemarin memang tidak kami ceritakan bahwa akan apply visa UK. Takutnya Kedubes Irlandia malah menyuruh kami untuk menyelesaikan proses visa UK dulu baru menerima aplikasi visa kami. Jangan ditiru ya readers hahaha. Ini akibat kalau apply visa mepet-mepet dengan hari keberangkatan, jadi tabrakan semua 🙈

***

Demikianlah, readers, perjuanganku dan Bang Adi dalam apply visa Irlandia. Menarik banget sih emang karena untuk selembar visa yang gratis ternyata butuh dokumen finansial yang terpercaya dan waktu penantian yang cukup panjang: kurang lebih 3 minggu. Readers yang berencana mengunjungi Republik Irlandia, monggo langsung dipersiapkan berkas-berkas aplikasi visa sedini mungkin dan selengkap mungkin, agar dijauhkan dari segala jenis drama dan kendala.

Sampai jumpa di blogpost selanjutnya tentang proses aplikasi visa UK!

0 testimonial:

Post a Comment