April 12, 2018

[ENG] Amsterdam Hingga Madurodam - Western Europe Pt. 2

[ENG Translations Available]

Aku memutuskan untuk lebih anteng dan santai di Amsterdam mengingat kemarin saat di Paris aku sudah memforsir Mama untuk banyak berjalan kaki. (Kalo 10.000 langkah = 8 km, ada kali kami jalan 20.000 langkah sehari 🙀) Apalagi 3 hari ke depan kami akan pesiar penuh totalitas bersama keluargaku, jadi alangkah baiknya kami tidak menguras energi selama tur Amsterdam.

I decided to be more calm and relaxed in Amsterdam remembering yesterday I had forced Mama into a lot of walking. (If 10,000 steps = 8 km, then we have walked 20,000 steps in only one day 🙀) Also because the next 3 days we will have trips with family, it'd be nice for us not to drain our energy during Amsterdam tour.

Amsterdam si Kota Kanal

SENIN, 26 MARET / MONDAY, MARCH 26
Pertama kalinya dalam sejarah bertualang dengan bis, aku tiba di destinasi lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Kami tiba pukul 05.45 dini hari di terminal Amsterdam Duivendrecht, 1 jam lebih awal dari schedule yang tertera di karcis. Keren juga Pak Supir, padahal rasa-rasanya beliau tidak mengebut kok selama perjalanan.

Sekilas info nih, readers, sekarang Google Maps punya fitur "Maps Timeline" yang merekam histori perjalanan kita setiap hari. SETIAP HARI. Keren banget kan? Dipadupadankan dengan fitur geotagging-nya yang sudah oke sejak dulu, aku merasa makin dimudahkan untuk menyusun real itinerary pasca ngetrip. Dia tahu jam berapa kita ada di mana dan exact location dari tiap foto yang kita ambil dengan kamera HP. Jadi kalau aku randomly took a picture saat melintas dengan kereta atau bus, kita tetap bisa melacak lokasinya walau antah berantah.

April 05, 2018

[ENG] Asam-Manis Paris - Western Europe Trip Pt. 1

[ENG Translations Available]

Dari mana ya enaknya memulai cerita Paris ini? 😆
How should we begin this Paris story? 😆

Tour Eiffel

Selayaknya trip hemat murah meriah-ku yang lain, Western Europe (+ Finland) 2018 ini diinisiasi sejak tahun lalu. Lebih tepatnya Agustus 2017. Jadi, sekali lagi untuk readers sekalian yang kerap meminta-minta diajak nge-trip... tolong ingat bahwa pencarian tiket murah ini dimulai 1 tahun sebelum keberangkatan. Jadi harus sangat siap mental dan punya rencana matang: mau kemana, kapan, berapa lama, dengan siapa saja. Jangan dadakan.

Dua buah tiket Qatar Airways dengan rute Jakarta-Doha-Paris + Helsinki-Doha-Singapura tanggal 25 Maret-1 April 2018 berhasil kami boyong dengan harga Rp10.487.200,- alias 5,2 juta per orang. Ups, bukan "kami" ding... "Bang Adi" tepatnya. *sembah sujud Guru Traveling favoritku* Seperti biasa, daftar biaya dan itinerary akan kutulis di akhir rangkaian trip review. Harap bersabar ya.

Just like my other cheap trips, Western Europe (+ Finland) 2018 trip was initiated last year, August 2017 to be precise. So, for Readers who always ask to be included in my trip... please remember that cheap-ticket hunting must be started one year before departure. So please be very prepared, and plan your trip carefully: going where, when, how long, with whom. Being impromptu is not advisable.

We managed to get two Qatar Airways tickets with the route of Jakarta-Doha-Paris + Helsinki-Doha-Singapore on March 25-April 1, 2018. The price was IDR 10.487.200 (5.2 million per person). Oops, it was not "we" but "Bang Adi" *my favorite Traveling Guru* As usual, I will write the list of expenses and complete itineraries at the end of this trip review series. Please be patient.

Transit di Doha selama 3 jam | 3 hours transit in Doha

March 09, 2018

Main ke Pushkin - Russia Trip Pt. 6

One of many benefits of traveling solo adalah kita bisa punya (banyak) kenalan baru. Adalah Dima dan Natalia, sepasang suami istri berkebangsaan Rusia yang menjadi teman jalan Bang Adi saat doski solo traveling di India tahun 2015 silam. Pasutri ini tinggal di kota Pushkin yang tak jauh dari St. Petersburg, tepatnya 24 km ke arah selatan. Rupanya Bang Adi sudah mencanangkan program "Visit Dima & Natalie" sejak mulai merencanakan Russia Trip. So... hari ini kami akan bertemu mereka di kota tetangga sana, sekaligus melihat istana Kekaisaran Rusia bernama Catherine Palace.

Highlight of Day 6: Catherine Palace di Kota Pushkin

DAY 6. THURSDAY, MAY 11. ST. PETERSBURG.
Jadwal hari ini dimulai agak siang. Bisa dimaklumi sih wong malam sebelumnya aja pulang jam 1 pagi, kok, abis dugem. Eh, photo hunting maksudnya. 😛  Lagipula cuaca St. Petersburg hari ini lebih dingin dibanding kemarin. Aku makin semangat bangun ngulet dan membenamkan diri lebih dalam lagi dibalik selimut.

March 06, 2018

Malam Mingguan di Banyan Tree Bintan

"Bisa tahu resort kita dari mana, Mbak, Mas? Atau pada kerja di (bidang) perhotelan ya?" Manajer Banyan Tree Bintan pada akhirnya menuruti hasrat kepo (kepengen tahu.red) tentang kehadiran kami di resort ini. Kok bisa makhluk-makhluk domestik ini ended up di hidden 5-star resort begini? Rasanya sih bukan cuma Pak Manajer yang penasaran... raut wajah tamu-tamu lain juga menampakkan hal yang sama, ekor mataku acapkali menangkap tatap bingung mereka saat melihat kami lewat. Hahaha. Saking tak pernah menerima tamu Indonesia, situs Banyan Tree Bintan bahkan hanya dalam bahasa Inggris lho.

Perkenalkan: Geng Staycation Ceria

Siapa lagi kalau bukan Bang Supriadi, sang otak dibalik staycation mewah ini. Kalau ditanya kenapa bisa tahu Banyan Tree Bintan, monggo tanyakan saja kepada suhu traveling satu itu. Rencana staycation sebenarnya sudah dirancang Bang Adi sejak Januari lalu bersama 6 orang rekan lainnya. Berhubung satu original member batal bergabung, aku dilamar menjadi 'pemain cadangan'. Yah... kenapa tidak? Toh aku memang belum pernah menginjak Provinsi Kepulauan Riau. Markicus! (Mari kita cus!)

January 19, 2018

Membuat Visa Schengen-Prancis via TLScontact

ALOHAAA, readers! Woo woo woooo kangen banget menyapa pembaca sekalian sebangsa dan setanah air :') Ada kali ya satu tahun nggak nge-blog... SELAMAT TAHUN BARU anyway!

Baiklah mari kita sudahi basa-basinya. Kali ini aku akan share pengalaman mengurus visa Schengen lewat Kedutaan Besar Prancis dengan perantaraan agen TLScontact. Readers udah tahu dong, visa Schengen adalah visa yang diperlukan untuk memasuki wilayah European Union (28 negara Eropa). Setelah sukses 'menggondol' visa Schengen dari Kedutaan Besar Jerman tahun lalu, aku membulatkan tekad untuk mencoba Kedubes lainnya di tahun ini. Pilihannya: Prancis atau Belanda.

Langkah pertama yang aku lakukan adalah mencari tahu kebutuhan berkas/dokumen dan biaya jasa agen perantara dua Kedubes tersebut. Kedubes Prancis menggunakan jasa TLScontact sedangkan Kedubes Belanda menggunakan jasa Vfs Global

Tujuan utama membuat visa Schengen tahun ini adalah early spring trip ke Belanda bersama Si Emak di akhir bulan Maret 2018 mendatang. Makanya aku langsung gercep (gerak cepat.red) membuka situs Vfs Global untuk melihat segala persyaratan. Usut punya usut, biaya pembuatan visa di Vfs Global harus dibayar di muka, alias aku diminta mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu baru bisa membuat jadwal pertemuan aplikasi visa.

Karena aku anaknya suka bereksperimen dan nggak suka terikat dengan satu tempat *tsah bisa aje lu* kuputuskan untuk membuat visa di Kedubes Prancis, mendahului jadwal aplikasi si Emak. Kutransfer Rp330.000,- ke Vfs global dan memesankan jadwal tatap muka sekitar pertengahan Februari nanti. Tenang saja, nanti aku akan menemani Mama kok saat appointment.

----

Persiapan aplikasi visa

Halaman utama situs TLScontact

January 09, 2018

Pianemo dan Telaga Bintang - Raja Ampat Pt. 2

Hari ini kami akan menjajal Pianemo, another iconic spot of Raja Ampat. Nah, jika di cerita sebelumnya aku 'tersisih' dari tour de Raja Ampat, kali ini readers sudah bisa menemukan wajah cantikku tersebar di berbagai dokumentasi! Yeay! Pianemo, we're coming!




Sabtu, 23 September 2017
Berbeda dengan Wayag yang harus dicapai berjam-jam menyeberangi lautan, Pianemo dekat saja dari Pulau Mansuar sekitar 30-45 menit. Karena bagiku ini adalah hari pertama 'berlayar', aku sangat excited dan awas dengan pemandangan sekitar. Seakan lupa dengan trauma ombak ganas sewaktu di Lampung, aku memberanikan diri duduk di geladak kapal. Itu pun setelah yakin bahwa arus laut hari ini sedang teduh.

Personally sih aku tidak takut dengan arus laut. Tapi semakin banyak pengalaman berada di atas laut, semakin banyak juga belajar bahwa ada saatnya bagi kita untuk cukup duduk manis dan nikmatilah perjalanan. Ada juga saatnya harus grasa-grusu mondar-mandir di atas kapal demi mencari pemandangan terbaik untuk kemudian dipotret.