May 29, 2017

Bye, Dua Juta Rupiah - Visa Rusia

In spite of desas-desus bahwa visa Rusia itu sulit didapat, Bang Adi, Vani, dan aku lancar saja memperolehnya. Puji Tuhan. Semuanya tentu tak lepas dari sentuhan tangan dingin Bang Adi yang tau-tau udah menemukan hotel dan tiket kereta PP Moskow-St. Petersburg (paid, bukan sekadar booked). Padahal situs pembelian tiket kereta tersebut tidak punya opsi bahasa selain Rusia, toh Bang Adi bisa sukses menggondol tiga tiket berkat bantuan Google Translate hahaha.

Ketentuan tiket dan hotel ini memang yang paling susah dipenuhi, karena berarti persiapan kita sudah harus matang. Kita harus tahu pengen ke mana saja dan tinggal di mana, jangan sampai ada satu malam yang terlewat tanpa keterangan reservasi hotel. Syarat ini bertolak belakang 180° dari visa Schengen yang hanya memerlukan reservation atau dummy booking tanpa harus fully paid.

Ilustrasi Visa Rusia
Source: Russiau

The only drama happened here adalah aku dan Bang Adi baru ingat kami punya rencana Phuket Trip seminggu lagi! Padahal paspor harus diinapkan 2 minggu untuk visa Rusia biasa. Jadilah kami merelakan ekstra duit, dari yang normalnya USD 70 menjadi USD 140 (Rp 1,960 juta), demi penyelesaian express 1-3 hari kerja. Yes, you read it correctlyhampir Rp2 juta hanya untuk visa. Jangan panik... kalau kalian tidak buru-buru, biaya visa standar "cukup" Rp980 ribu kok.

Apa saja yang dibutuhkan untuk pembuatan visa-harga-jutaan ini? Bisa kalian cek di situs resmi Kedubes Rusia untuk Indonesia. Tapi untuk mempermudah Readers semua, disini akan ku-list hal-hal yang menurutku perlu disiapkan dari jauh-jauh hari.

  • Bukti pembayaran tiket pesawat/kereta/bis masuk dan keluar Rusia. Jadi diperlukan dua hal: tiket dan nota pembayaran (receipt) tiket tersebut. Jangan hanya dummy booking. Kami juga melampirkan tiket kereta PP Moskow-St. Petersburg karena perjalanan tersebut ditempuh dengan night train, jadi sebagai bukti bahwa kami punya "tempat bermalam" pada dua tanggal tersebut.

  • Bukti pembayaran hotel selama di Rusia. Lampirkan konfirmasi dari hotel dengan kuitansi berketerangan PAID atau lunas terbayar Tips: konon reservasi hotel harus dibuat dalam Bahasa Rusia, toh kami lancar-lancar saja menggunakan reservasi in English. Kalau mau lebih safe, buat saja kedua versi. Seingatku Booking.com memberikan fitur language option ini saat kalian mau print document langsung dari situsnya.

  • Travel insurance. Ini penting banget, tidak boleh terlewatkan. Untuk asuransi kami, pilihan jatuh ke AXA Insurance yang SmartTraveler. Kebetulan banget sedang ada promo -- entah promo apa -- sehingga kami hanya membayar Rp130 ribu untuk asuransi worldwide termasuk Schengen area dengan masa berlaku asuransi hingga 1 tahun. AXA Insurance yang satu ini memang sudah lama jadi andalan para traveler.

  • Visa support atau Surat konfirmasi undangan resmi dari hotel/agensi perjalanan di Rusia, dokumen ini harus dalam Bahasa Rusia. Untuk mengurus visa support, pastikan kalian telah memesan hotel terlebih dahulu karena harus mencantumkan nama pemegang paspor dan alamat (hotel) selama di Rusia. Kala itu Bang Adi mencari visa support (invitation) dari Bronevik, situs reservasi tiket/hotel sejenis Traveloka atau Tiket.com. 

Contoh support letter untuk apply visa Rusia
Source: Nelmitravel


  • Pas foto dengan latar (background) putih polos ukuran 3x4 cm sebanyak 2 lembar. Tidak ada ketentuan khusus lainnya untuk pas foto visa Rusia. Walaupun oleh pengumuman dari Kedutaan Besar Rusia dimintakan 2 lembar pas foto, kenyataannya kami hanya diminta 1 lembar saja yaitu yang telah ditempel di application form.

  • Formulir aplikasi diisi secara elektronik disini, kemudian cetak di kertas A4 dan tempelkan pas foto di ujung kanan.

Halaman utama Pengisian Visa Elektronik

  • Paspor, harap kalian pastikan bahwa masa expired-nya masih jauh, at least 6 bulan dari jadwal keberangkatan. Bawalah paspor asli (yaeyalaaaah~) dan satu rangkap fotokopi bagian depan, lembar-lembaran dalam yang telah dicap/ditempel visa, dan lembar paling akhir.

  • Biaya visa. Uangnya dibawa beserta kelengkapan berkas kalian ke dalam ruangan (melewati body scanner). Jangan biarkan uang di dompet karena segala bawaan harus dititip dalam loker sebelum pemeriksaan body scanner. Daripada ribet bolak-balik, pastikan juga yang kalian bawa adalah uang pas. Oh iya, untuk mengakali visa ini, aku menukar uang Rupiah ke Dollar (USD) terlebih dahulu. Soalnya Kedubes Rusia pukul rata gitu menggunakan kurs Rp14.000,- kan jatuhnya bisa lebih murah tuh kalau pakai kurs dari money changer.





///
Rabu, 12 April 2017
Aku dan Bang Adi janjian ketemu di depan gerbang Kedutaan Besar Rusia jam 9 pagi. Permohonan visa hanya dilayani jam 09.00-13.00 WIB, jangan sampai salah waktu kedatangan. Mengingat daerah Kuningan rawan macet, coba atur waktu sebaik mungkin agar bisa tiba di Kedubes Rusia tepat jam 9. 09.00. Biasanya di 'pagi' hari mood para petugas visa lebih bagus dan ruang tunggu pun masih lengang #timpagihari Dari Lapangan Banteng/Gunung Sahari, kami berdua naik ojek online dengan hanya memakan waktu 20 menit hingga tiba di lokasi.

Begitu turun di depan komplek Kedubes Rusia, aku dan Bang Adi kelabakan mencari pintu masuk untuk layanan visa. Ternyata letaknya agak jauh dari gerbang utama, bentuknya mirip (sama-sama bisa dilewati mobil) tapi tanpa pos satpam di sampingnya. Celingak-celinguk mencari tombol interkom/buka pintu, tahu-tahu gerbang bergeser otomatis tanpa ada yang membukakan. Wah. Magic! Apakah ada Hermione Granger berdiri di balik gerbang sambil menggumamkan mantra "Alohomora!"? Nggak ding. Emang dasar gerbangnya canggih aja hahaha.

Selain dua satpam pribumi/lokal asli Indonesia, ada juga satpam orang Rusia asli. Saking "asli"-nya doski tidak bisa berbahasa Inggris. Kalian pasti akan mengerti maksudku jika sudah membaca blogpost-ku yang ini. Pokoknya segugup apapun kalian, jangan gentar dan gelagapan ya menghadapi satpam Rusia itu. Stay cool.

Begitu masuk ke gedung utama, kalian akan diberikan kunci loker yang ruangannya berada persis sebelah kanan dari pintu masuk. Pastikan handphone sudah di-silent ya agar tidak mengganggu ketenangan. Bawalah berkas-berkas yang diperlukan, uang untuk biaya visa, serta pulpen atau lem kertas yang sekiranya akan dibutuhkan saat pemeriksaan berkas.

Dokumen aplikasi visa akan diperiksa oleh staf pribumi/lokal yang duduk di semacam meja resepsionis, di sisi kiri ruangan setelah kalian melewati body scanner. Jika berkas dirasa sudah lengkap, staf ini akan membawanya masuk ke ruangan lain. Di sinilah babak penantian dimulai. Selamat merasakan dag-dig-dug-dhuer, Readers. Doa yang kenceng!

Masa penantian ini berlangsung cukup lama, 20-45 menit kalau tidak salah ingat. Hal ini dikarenakan para staf Kedubes melakukan pengecekan langsung terhadap otentisitas dokumen kalian. Pertama, mereka kroscek ke agen/hotel penerbit support letter. Kedua, pemeriksaan flight reference number apakah betul nama si ini dan si itu tercatat sebagai penumpang. Ketiga, menghubungi ke hotel tempat kalian akan menginap, dan mengecek jika sewa kamar betul-betul telah dibayar lunas. Karena ada pemeriksaan yang ketiga tadi makanya bukti hotel reservation tidak harus dicetak dalam Bahasa Rusia, toh mereka bisa menelpon langsung ke hotel tersebut.

Kalau ditolak (biasanya sih karena belum lengkap), berkas akan langsung dikembalikan. Tak boleh berlama-lama lagi di dalam ruangan, nanti si satpam Rusia cuap-cuap dalam bahasanya yang kira-kira berarti: "Jangan lama-lama disini, pulang dulu aja. Nanti kalau sudah lengkap berkasnya baru balik lagi. Ayo!"

Kalau visa application kalian diterima (selamat!), staf tadi akan meminta pembayaran visa bisa dalam bentuk Rupiah maupun Dollar. Readers, teliti dalam membeli Dollar ya. Pastikan uang yang kalian terima masih bagus dan mulus. Soalnya staf tersebut menolak dua lembar $10-ku yang memang terlihat kucel dan lecek. Alhasil sisa biaya harus kubayar dalam kurs Rupiah ($10 x Rp14 ribu). Setelah menerima kuitansi pembayaran visa, kalian bisa angkat kaki deh dari ruangan hening itu ;)

Dua juta rupiah untuk visa tiga hari kerja :') #cry


Untuk cerita yang lebih lengkap dan komprehensif, Readers bisa main ke blog Pakansi dan Traveling Cow yah. Aku kurang cocok nih dijadikan narasumber, secara sebagian dokumen keperluan visa-ku ditangani oleh Bang Adi. Aku hanya kebagian tugas mencetak visa support, pas foto, dan menemani datang ke Kedubes Rusia. Hehehe.

Semoga post ini berguna untuk Readers sekalian. Ingat dan pastikan bahwa kalian tidak mepet dalam membuat visa, jangan sampai kecele' seperti aku yang harus keluar Rp2 juta hanya untuk selembar 'kertas' saja. 

Selamat mencari tiket promo ke Rusia! 

6 comments:

  1. Thanks banget utk blog post ini! Berguna banget. Tapi... astaga! Ternyata ribet juga ya visa Rusia... Aku cuma pernah transit aja di Moscow pas Euro Trip tahun lalu. Kepikiran pengen ke Rusia tapi mau nyobain trip dari barat ke timur naik Trans-Siberian Railway... Kalo kayak gitu gimana donk ya, susah juga kalo harus udah booking hotel :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. You're very welcome :) Wah asyik banget naik Trans-Siberian! Berarti harus punya 3 visa dong ya? China, Mongolia, Russia. (cek blog http://bidadariterbanglagi.blogspot.co.id/2012/10/trans-manchurian-trans-siberian-railway.html)

      Iyaaa Kedubes Rusia semakin ketat, tidak mau menerima bukti pesawat & hotel yang tidak paid. Jadi harus matang menyiapkan rencana tripnya.

      Delete
  2. Hiii, aku mau nanya dong, kemarin urus yang expressnya berapa hari ya keluarnya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halooo! Express cuma 3 hari doang pengurusannya.

      Delete
  3. Hallo..
    Bisa minta info detail mengenai visa support dari hotel di rusia ? komunikasi cukup via email kah ? atau hrs telp ?
    Bolehkan minta contact nya bang Adi ?
    Thanks ya

    ReplyDelete