October 03, 2017

Pendakian Wayag - Raja Ampat Trip Part 1

Siapa yang tidak kenal Raja Ampat? Terletak di utara kota Sorong-Papua Barat, kabupaten ini terdiri dari 610 pulau. Konon katanya, baru 400 pulau yang tereksplorasi sedangkan 210 sisanya masih 'perawan'. Dari ratusan pulau ini, empat di antaranya merupakan pulau besar (Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo) dan hanya 35 pulau yang berpenghuni. Readers yang pengen segera menyusul pelesir ke Raja Ampat sebaiknya berkunjung di bulan Agustus-Februari, saat cuaca sedang bersahabat.


Wayag, Raja Ampat

Tanggal 22-24 September 2017 yang lalu, kesempatan untuk mencicip sepotong surga di timur Indonesia itu datang. Awalnya aku berbulat tekad tidak akan menginjak Raja Ampat sebelum mahir berenang, atau bahkan diving. Soalnya, Raja Ampat ini diakui oleh Konservasi Internasional sebagai highest marine biodiversity dimana 553 spesies corals (out of 798 known species) berada di sini. Angka ini mengalahkan daerah-daerah lain di wilayah emas Coral Triangle yang terdiri dari Indonesia, Papua Nugini, dan Filipina.

September 02, 2017

Menjajal Open Trip Pulau Pahawang


Trip Pahawang hari ini hanya menjadi mandatory trip karena kami sudah jauh-jauh ke Lampung, dan punya satu hari lowong. Karena tak tahu lagi harus ke tempat wisata apa, kami putuskan untuk ikut Open Trip Pahawang. Sayang sekali aku lupa nama trip organizer (TO) yang kami ambil itu, padahal aku mau menyarankan readers untuk tidak mengambil paket dari mereka.





Sabtu, 19 Agustus 2017
Well, let the story begins. Alarm ponselku berdering tepat pukul 06.00 WIB, mengalahkan kecepatan chat Bang Adi di grup WhatsApp yang baru muncul 2 menit setelahnya. Bangun sih bangun... tapi dimana letak kenikmatan hidup jika kita tidak menekan tombol Snooze? Hahaha. Mencetnya pun masih 70% merem sambil membatin "5 menit lagi." 5 menit yang ternyata ngaret menjadi 30 karena tahu-tahu ada suara ketukan di pintu kami; Bang Adi dan Agung sudah siap untuk sarapan yang memang dimulai pada pukul 06.30 WIB. Makjang!

Syuting "Life of Pi" di Teluk Kiluan

Tenang, readers. Tidak ada harimau Bengali terlibat dalam trip kali ini, dan tidak ada juga zebra, orangutan, maupun hyena yang terluka selama trip. Yang ada hanya aku, Agung, Bang Adi, dan Vani -- terapung-apung dalam perahu kecil di atas laut lepas yang menuju Samudera Hindia. Pengalaman "floating on a boat" inilah yang aku sebut 11-12 dengan plot film "Life of Pi".

Selain 'syuting' di tengah laut, kami juga melakukan pengibaran Bendera Merah-Putih (tanpa upacara) di berbagai spot eksotis Teluk Kiluan. Dirgahayu Indonesia!

17 Agustus-an di Laguna Gayau
Pesona Gigi Hiu

Kamis, 17 Agustus 2017
Perjalanan dimulai dengan Damri pukul 04.30 WIB. Langit Jakarta masih gelap, warganya masih bergelung selimut di atas kasur, sementara aku sudah menenteng-nenteng backpack menuju Stasiun Gambir. Tim "Gigi Hiu Trip" baru lengkap berkumpul di boarding gate; ada Bang Adi dan Vani -- reunian Russia Trip -- yang perdana berkenalan dengan Agung, makhluk yang kerap menghiasi memori kameraku dengan pose-pose menantangnya.

July 22, 2017

Peterhof, Istana Musim Panas - Russia Trip Pt. 5

Setelah melewati ±8 jam di dalam kereta, Bang Adi, Vani, dan aku tiba juga di kota St. Petersburg. Puji Tuhan, kami semua sudah bersenjatakan pakaian musim dingin terbaik karena detik pertama kaki melangkah di peron stasiun St. Petersburg, kami langsung membuktikan kebenaran perkataan Mas Wawan bahwa kota ini memang lebih dingin dari Moskow. Well, aku jadi semakin penasaran ingin membuktikan fakta-fakta lain tentang St. Petersburg: apa betul kota ini adalah salah satu kota terindah di Eropa (Eurasia)? Ikuti petualangan kami di mantan ibukota Rusia ini yaa! ๐Ÿ‘ง

Highlight of the day!

DAY 5. WEDNESDAY, MAY 10. MOSCOW.

Di kota ini kami memilih untuk tinggal di Hotel Stasov yang t-o-p-b-g-t, tak heran deh bisa mendapat 2017 Travelers' Choice award dari TripAdvisor. Lokasinya terletak persis di samping halte bus, dijamin kalian nggak akan nyasar ataupun capek jalan kaki menuju hotel satu ini. Kami menempati triple bed room di lantai 3, nampaknya tiga hari itu hotel sedang sepi customer jadi suasanya sangat sepi dan tenang, nyaman sekali.

Satu nilai plus lagi untuk Hotel Stasov: kami diizinkan early check-in! Yihaaa, akhirnya merasakan siraman air hangat di tubuh, setelah hampir 24 jam nggak mandi. Tidur nyenyak semalam, checked! Mandi dan berdandan pake-sunscreen-bedak-dan-lipstik, checked! Aku siap menjalani hari pertama di St. Petersburg!

July 01, 2017

Victory Day di Red Square - Russia Trip Pt. 4

9 Mei 2017 begitu dinanti-nantikan oleh mayoritas warga Rusia; pada hari ini mereka merayakan 72 tahun kemenangan Rusia atas pasukan Nazi pada tahun 1945. Hari Kemenangan alias "Victory Day" ini dirayakan dalam bentuk military parade, saat dimana ribuan warga turun ke jalan untuk menonton pertunjukkan marching band, baris-berbaris tentara, dan iring-iringan kendaraan militer melintas di sepanjang jalan protokol Moskow. Ehm. Sebenarnya sih semua kota di Rusia -- bahkan beberapa negara lain yang pernah jadi bagian Uni Soviet -- turut merayakan Victory Day, baik dengan parade ataupun bentuk perayaan lain.



DAY 4. TUESDAY, MAY 9. MOSCOW.
Dari yang awalnya semangat banget kepengen menonton parade, Bang Adi malah memundurkan jadwal pesiar dari jam 7 pagi (!) menjadi jam 9. Parade Victory Day cukup ditonton dari layar kaca saja.

After Parade of Victory's Day

Sayangnya, Victory Day tahun ini memecahkan rekor sebagai Victory Day pertama tanpa atraksi flypast (atraksi sekelompok pesawat militer di udara.red), awan tebal memaksa Pemerintah untuk membatalkan aksi terbang indah ini. Yah, apa mau dikata cuaca emang sedang tidak begitu baik beberapa hari belakangan. Menurut laporan Kantor Berita Moskow, Victory Day 2017 merupakan yang terdingin sejak tahun 1945 dimana temperatur hari ini mencapai suhu 4.6 - 5℃.

June 19, 2017

Keliling Stasiun Metro Moskow

Proyek pembangunan yang diprakarsai Pemimpin Uni Soviet, Joseph Stalin ini menyimpan banyak cerita. Padahal ekspektasiku ketika mengawali Metro Stations Tour tidaklah sebegitu tinggi, "Oh, ini serupa aja kayak mengunjungi museum-museum yang kebetulan menjadi tempat persinggahan metro." Tak pernah kusangka akan menemukan 'dunia lain' di setiap stasiun-stasiun. Ada stasiun yang merepresentasikan persahabatan dengan negara tetangga, ada yang semata memfokuskan pada mosaik di ujung peron, ada juga yang benar-benar total dalam mendekor interiornya dengan lukisan dan patung.

Favoritku: Komsomolskaya Station

Belum lagi... semuanya gratis! Kita hanya dikenai charge satu kali perjalanan, serupa menggunakan kartu KRL atau Transjakarta (₽55 alias Rp13 ribu saja). Toh ada saja yang menjajakan jasa metro tour guide dengan rata-rata harga USD 30-35 atau setara setengah juta rupiah. Tur yang satu ini berbeda dengan tur -- maaf tidak bermaksud rasis -- wisatawan China yang sering kami temukan sedang metro tour juga. Kalau paket tur mereka biasanya hanya 5-10 menit dan isinya melulu foto-foto.

June 12, 2017

Salju Bulan Mei - Russia Trip Pt. 3

Aku tak pernah bermimpi akan menemui salju perdanaku di Rusia, apalagi di awal bulan Mei yang umumnya merupakan musim semi. Selain "salju", hari ini kami juga akan bertemu sejumlah stasiun metro yang indah nan rupawan serta Masjid Katedral Moskow yang begitu megah dan populer.

Let it snow~
Anyway... Tahu nggak, readers, kalau nama "Moskow" ("ะœะพัะบะฒะฐ/Moskva" dalam bahasa Rusia) sebenarnya diambil dari nama sebuah sungai di Rusia bagian barat. Saat ditemukan pada tahun 1147,  kota yang berada tepat di pinggir Sungai Moskva ini telah disebut orang dengan nama "Moskov", tak beda jauh dengan cara penyebutannya sekarang ini. Moskva River memanjang 503 km dan selain Moskow juga mengaliri kota-kota seperti Mozhaysk, Zvenigorod, Zhukovsky, Bronnitsy, Voskresensk, dan Kolomna.


DAY 3. MONDAY, MAY 8. MOSCOW.
"Hujannya awet banget..."

Bang Adi mengawali hari ketiga di Moskow dengan lebih santai, tanpa grasak-grusuk membangunkan kami jam 6 pagi kayak hari sebelumnya. Mungkin karena doi sudah melihat hujan di luar yang tak kunjung berhenti sejak subuh, dan malah semakin betah nemplok di kasur.

May 31, 2017

Kalap Belanja & Jualan - Russia Trip Pt. 2

Following the sad news about Moscow's violent storm happened 3 days ago, I'd like to express my deepest condolences to the victims and families. May this bad weather end soon.


Hari kedua backpacking di Moskow, kami langsung membuat dua keputusan besar: menghabiskan duit belanja suvenir lucu di Izmailovo Market dan membuka bisnis tumbler Starbucks Matryoshka. Hah, backpacking sambil berbisnis? Kok bisa? Bisa dong... tapi sebelum bercerita, aku mau mengingatkan readers yang akan nge-trip ke Moskow untuk terlebih dahulu mengunduh aplikasi Yandex.Metro dari Playstore/AppStore. Aplikasi ini membantu banget lho dalam menggunakan metro dari satu stasiun ke stasiun lainnya. Cukup dengan meng-input nama stasiun awal dan tujuan, kalian bisa tahu jalur metro mana yang harus ditempuh. 

Sembari belanja, sembari foto-foto


Sekarang kita mulai cerita lengkapnya:


DAY 2. SUNDAY, MAY 7. MOSCOW.
Saking bersemangat untuk menyambut hari pertama tour de Moskva, Bang Adi bangun jam 6 pagi dan tega-teganya membangunkan kami agar dia tidak melek sendirian. Hastaganaga. Cobaan apa ini, Gusti. Padahal kan kami baru memejamkan mata 5 jam yang lalu.
k
Jika berpatokan pada itinerary, hari ini kami akan langsung mengapeli icon Rusia yang telah begitu terkenal di mata dunia: St. Basil's Cathedral. Sayangnya... Rusia masih menyimpan satu 'surprise' lagi untuk kami. "No lollipop church for you today, fellas!" she said.

May 29, 2017

Bye, Dua Juta Rupiah - Visa Rusia

In spite of desas-desus bahwa visa Rusia itu sulit didapat, Bang Adi, Vani, dan aku lancar saja memperolehnya. Puji Tuhan. Semuanya tentu tak lepas dari sentuhan tangan dingin Bang Adi yang tau-tau udah menemukan hotel dan tiket kereta PP Moskow-St. Petersburg (paid, bukan sekadar booked). Padahal situs pembelian tiket kereta tersebut tidak punya opsi bahasa selain Rusia, toh Bang Adi bisa sukses menggondol tiga tiket berkat bantuan Google Translate hahaha.

Ketentuan tiket dan hotel ini memang yang paling susah dipenuhi, karena berarti persiapan kita sudah harus matang. Kita harus tahu pengen ke mana saja dan tinggal di mana, jangan sampai ada satu malam yang terlewat tanpa keterangan reservasi hotel. Syarat ini bertolak belakang 180° dari visa Schengen yang hanya memerlukan reservation atau dummy booking tanpa harus fully paid.

Ilustrasi Visa Rusia
Source: Russiau

The only drama happened here adalah aku dan Bang Adi baru ingat kami punya rencana Phuket Trip seminggu lagi! Padahal paspor harus diinapkan 2 minggu untuk visa Rusia biasa. Jadilah kami merelakan ekstra duit, dari yang normalnya USD 70 menjadi USD 140 (Rp 1,960 juta), demi penyelesaian express 1-3 hari kerja. Yes, you read it correctlyhampir Rp2 juta hanya untuk visa. Jangan panik... kalau kalian tidak buru-buru, biaya visa standar "cukup" Rp980 ribu kok.

May 27, 2017

Imigrasi, Jodoh, dan Lift - Russia Trip Pt. 1

Rusia memang penuh kejutan. Baru hari pertama, kami langsung merasakan berbagai emosi ups and downs: naik pas menghadapi petugas imigrasi, turun saat ber-'jodoh' dengan Mas Wawan, trus kembali dibikin naik oleh gedung dan lift apartemen, hingga akhirnya turun lagi setelah melihat cantiknya flat kami di Moskow. Life is always full of surprise, isn't it?


I can probably write my own book about this country

Nah, mari kita mulai!

Seakan belum puas reuni dengan mantan (travelmate) satu ini, aku kembali 'menggandeng' Bang Adi untuk jelajah Rusia. Eh... Lebih cocok disebut, "nemplok ke Bang Adi" sebenarnya, hahaha. Lalu agar trip dijauhkan dari godaan setan *uwopo* kami juga ditemani seorang traveler kinyis-kinyis yang kerap mengaku newbie, namanya Novrani Sitohang. Tak beda jauh denganku, Vani yang dulunya sekantor dengan Bang Adi juga sering mewanti-wanti, "Bang Adi, next trip aku mau diajak dong!" hingga akhirnya diwujudkan pertengahan tahun ini. Bukan hanya Vani yang merasa sukacita karena akhirnya turut serta di "Supriadi Tours & Travel", aku pun girang bukan kepalang saat tahu doski seorang Fuji user. Yihaay! Sesi foto-foto makin terselamatkan oleh newly bought fixed lens milik Bang Adi. Aku nge-cup posisi sebagai model aja ah, titik. (Model Trubus.)

Duo Kinyis-Kinyis

Satu bulan dari tanggal keberangkatan kami bertiga sudah sibuk berkemas, menyiapkan segala peralatan tempur untuk bertahan hidup 8 hari di Rusia. Apa saja itu?

May 22, 2017

Serba-Serbi Visa Schengen via Kedubes Jerman

Visa Schengen ini adalah visa yang, pada dasarnya, diperoleh dengan berbohong. Hahaha. Setidaknya dalam kasusku pribadi: dummy booking tiket pesawat dan penginapan benar-benar "palsu", alias tidak akan mungkin kupakai. Begitupun dengan susunan itinerary perjalanan, semuanya fiktif belaka. 

Hal ini normal dan wajar sih, tapi bagi aku yang beberapa kali apply visa dengan berkas-berkas yang "jujur", pengurusan visa Schengen terasa berat. Mungkin rasa bersalah ini jugalah yang akhirnya memengaruhiku untuk memilih Kedutaan Besar Jerman sebagai tempat apply visa Schengen. Setidaknya, aku berkata jujur saat bilang: "Jerman adalah negara pertama dan terlama yang akan dikunjungi dalam Euro Trip".

Visa Schengen (source: Pegipegi)

Keputusan memilih Kedubes Jerman ini juga didorong oleh Kang Fauzi Agustian a.k.a Oji, salah satu senior di kantor. Bukan sekadar "senior" malah, doi ini ruang kerjanya tempat berada sebelah kubikelku, otomatis dialah yang jadi narasumber utama untuk setiap masalah pervisaan Schengen.

May 20, 2017

Yang Berkesan - Russia Trip

Sebenarnya, semua ide nge-trip ke suatu negara baru dimulai dengan satu hal. DOA. Eh, dua hal ding: Doa dan TIKET PROMO. Atau digabung: berdoa untuk mendapat tiket promo. Begitu juga kasusnya dengan Russia Trip kali ini, semua diawali kabar sukacita, "Ada tiket promo 4 jutaan ke Rusia!" Oh ya, informasi tadi sekaligus menjawab pertanyaan beberapa teman ya, apakah aku membeli tiket dahulu baru mengurus visa, atau sebaliknya. Akan jauh lebih tenang jika sudah bermodalkan tiket pesawat, menurutku.


Welcome to the beginning of the story!

April 28, 2017

Berpadu Suara Sambil Berjemur di Phuket

THAILAND. Negara yang telah sukses mencuri hatiku sejak pertama kali kenal dua tahun silam. Megah kuil dan candinya, kilau emas di gedungnya, nikmat mango sticky rice-nya, bahkan terik matahari di langit Thailand... semuanya berkesan bagiku dan selalu memanggilku untuk kembali tiap ada kesempatan -- berupa tanggal merah dan tiket promo.

Bangkok, sudah. Pattaya, sudah. Kali ini aku berkesempatan menginjakkan kaki di salah satu provinsi ternama Thailand yang bisa dibilang paling berkilau dibanding lokasi lain: Phuket. All hail Bang Adi, sponsor tiket promo andalan yang sejak 2014 menjadi penyebab munculnya cap-cap imigrasi di pasporku. Hehehe.

Jauh ya reuniannya

April 25, 2017

Arigatou Gozaimasu Tokyo - Japan Trip Part III

Finally, Tokyo! Salah satu kota paling hype di dunia. Sayang sekali aku dan Mama hanya punya waktu sehari di sini. Untunglah waktu sehari ini cukup bagi kami untuk menuntaskan misi "berburu Sakura" (dan buah tangan untuk keluarga dan sahabat tersayang) dengan menyambangi Asakusa, Shinjuku, Shibuya, dan Harajuku. Selamat menyimak! ๐Ÿ‘ธ 

Misi "Berburu Sakura" pun selesai di hari keempat!

DAY 5. 2 APRIL. TOKYO.
Bagaimana cara menikmati Tokyo dalam sehari saja? Dengan mencari tahu prioritas kalian. Trip aku dan Mama kan sudah jelas, ya, judulnya "Berburu Sakura" maka jelaslah kami memilih Shinjuku Gyoen sebagai tujuan utama. Sisanya? Sensoji Temple yang terletak persis di samping hotel, serta Shibuya-Harajuku untuk 'cuci mata' sekaligus melihat sisi Jepang yang katanya "anak gaul" banget itu.

April 20, 2017

Sayonara Osaka - Japan Trip Part II

Hari kedua backpacking di Osaka, aku dan Mama akhirnya kembali merasakan hangat sinar mentari walaupun suhu masih di kisaran 13℃. Sayangnya, kami hanya sempat sowan ke satu destinasi saja karena harus meninggalkan Osaka dan melanjutkan perjalanan ke Tokyo. Eh... baru beberapa menit menginjak Tokyo, kami hampir saja terjebak memakan daging kuda! Penasaran yaa? Monggo scroll ke bawah untuk tahu cerita lengkapnya ๐Ÿ˜

Baru saja mekar

Puas-puasin mesra sama Mama selagi masih single

Disclaimertrip ini penuh kekonyolan imbas dari kurangnya riset selama persiapan, padahal ini kali pertamaku menjadi "tour guide". Saran untuk Readers sekalian: jangan tiru mentah-mentah itinerary-nya, ambil aja beberapa intisari kayak pilihan destinasi (tentunya based on the pictures) dan transportasi menuju kesana. Lalu, nikmati aja trip review ini sebagai penghibur disaat capek atau suntuk melanda kalian. Hehehe.



DAY 4. 1 APRIL. OSAKA-TOKYO.
Setelah check-out dari Fuku Hostel Namba dan ber-dadah-dadah-ria dengan kedua Mbak asal Indonesia, aku dan Mama menggeret koper menuju destinasi pertama (dan satu-satunya) hari ini: Osaka Castle. Kami singgah dulu membeli perbekalan sebelum turun ke Namba St., sekotak tisu (kena pilek hasil hujan-hujanan) dan hand warmer. Nah yang terakhir ini adalah harta karun paling berharga yang kutemukan sepanjang Japan Trip. Bentuknya berupa kantong kecil seukuran telapak tangan, berisi berbagai bahan penghantar panas seperti iron atau charcoal yang akan menimbulkan panas setelah digosok-gosok. Umumnya hand warmer dapat bertahan hingga 24 jam. Selain jenis satu ini, ada juga warmer untuk ditempel ke pakaian (tidak boleh kontak dengan kulit), keduanya sama-sama ampuh. Seharian kemarin mencari warmer di Kyoto, entah kenapa malah justru berjodoh di Family Mart depan hostel.

Finally I found you

April 13, 2017

Berdua Mama Mencari Sakura - Japan Trip Part I

Trip Korea Selatan tahun lalu memberiku satu "wishlist" tambahan dalam hidup ini: mengajak Mama nge-trip bareng setahun sekali. Kebahagiaan yang muncul setiap melihat ulang foto-foto penuh keceriaan Mama di Korea Selatan... rasanya adiktif sekali. Aku mau lagi. Mau menciptakan kenangan yang lebih banyak lagi. Mau mengunjungi negara lain dengan beliau lagi.

Thank God, tahun ini impianku diwujudkan Tuhan: mengajak Mama berburu Sakura ke Jepang. Kalian yang sudah membaca trip review Korea Selatan diatas pasti tahu bahwa "Mama" dan "taman" adalah dua hal yang berkaitan erat. Makanya, "mengunjungi Jepang saat Sakura" jadi doa yang tak pernah absen kuucapkan sejak awal 2017. Oh ya, tak lupa juga kuucapkan terima kasih untuk Bang Adi yang selalu jadi saluran mujizat dalam bentuk tiket promo impian. Maaf ya, Bang, aku belum berhasil mencarikan tumblr Starbucks motif Sakura ๐Ÿ˜™

Bukan, ini bukan di Pasar Baru. Ini di kawasan pertokoan Namba, dekat Fuku Hostel.

Disclaimertrip ini penuh kekonyolan imbas dari kurangnya riset selama persiapan, padahal ini kali pertamaku menjadi "tour guide". Saran untuk Readers sekalian: jangan tiru mentah-mentah itinerary-nya, ambil aja beberapa intisari kayak pilihan destinasi (tentunya based on the pictures) dan transportasi menuju kesana. Lalu, nikmati aja trip review ini sebagai penghibur disaat capek atau suntuk melanda kalian. Hehehe.

March 19, 2017

Orangutan dan Sekonyer - TNTP Trip (Pt. 2)

Tiga hari di Tanjung Puting, ngapain aja tuh? Kalau di post sebelumnya "Klotok Bintang Lima" yang jadi highlight, untuk post kali ini aku akan menceritakan gimana rasanya mengarungi Sungai Sekonyer, kenapa sungai satu ini bisa masuk dalam novel ternama Dee Lestari bersanding dengan Machu Picchu, Himalaya, dan Stonehenge. Tentunya tak ketinggalan... pengalaman 'di-surprise-in' orangutan!

Orangutan, orang(kota), dan Sekonyer

March 17, 2017

Menjajal Klotok 'Bintang Lima' - TNTP Trip (Pt. 1)

Post ini menceritakan pengalaman seru mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah: berkenalan dengan sang guide kece, Mas Yusuf Hadi; menjajal hidup diatas klotok 'bintang lima'; mengarungi Sungai Sekonyer yang penuh keajaiban; dan yang paling utama... melihat orangutan langsung di habitatnya. Mari menjadi saksi kali pertamaku menginjak Pulau Kalimantan!

Selamat datang di Tanjung Puting

THE BEGINNING
Kayaknya aku memang berjodoh sama Mas Yusuf, deh. Kok bisa-bisanya secuil post beliau nongol di timeline-ku yang biasanya berisi video lucu anjing-kucing-panda, share berita ekonomi dan keuangan, status nyinyir (sisa-sisa) Pilkada DKI 2017, atau kisah petualang di luar negeri dari grup "Backpacker Dunia". Bahkan post Mas Yusuf itu ada di grup Facebook yang jaraaa~ng sekali aku buka.

Open Trip Taman Nasional Tanjung Puting 10-12 Maret 2017 ini sangat menarik perhatianku, si cewek irit nan mereki'. Bayangin guys, Mas Yusuf hanya nge-charge Rp1,7 juta per orang! Oemji... kalo diingat-ingat (dan di-google lagi) betapa ajakan open trip/tour dari penyedia jasa lain mengenakan harga Rp2 juta-an, Mas Yusuf ini bagai oase di tengah gurun pasir. Aku segera menghubungi beliau dan me-reserve satu kursi. Eh ternyata, sudah H-2 minggu begini peserta open trip baru satu orang bule Swedia yang belakangan mengundurkan diri karena pengen goes independent tanpa guide.

Mas Yusuf, the real MVP

March 04, 2017

Visa Jepang dan Travel Agent 'Perdana'

Selamaaa... darahku masih mengalir... selama itu pula aku milikmu akan menggunakan tenaga sendiri dalam hal traveling. *Buat yang nggak ngeh, itu di awal lirik lagu Om Ari Lasso - "Arti Cinta". Iya tau kok jayus :( Tentu dengan pengecualian tiket promo, hahaha (colek Bang Supriadi tersayang)

Visa Jepang yang terkenal cantik karena ada Sakura-nya
Source: blog.reservasi.com 

Namun akhirnya, mitos "bikin visa harus lewat agen!" mencipratiku juga. Bukan karena aku malas, bukan karena aku kelebihan uang -- seperti yang selalu di'canda'kan beberapa orang -- tapi memang karena tidak ada jalan lain. Mama dan aku wajib membuat visa Jepang karena kami pemegang paspor non elektronik. Emang rada-rada juga sih ini KemenkumHAM, launching si e-paspor persis sebulan setelah kami selesai memperpanjang paspor biasa. Mestikung sekali.

February 21, 2017

Sowan ke Museum Affandi, Sang Pelukis Tanpa Kuas

Jogja, di musim hujan, saat weekend... apa artinya? Bagiku, sih: no beaches, no temples, no popular tourism sites. Musim hujan memang saat yang tepat untuk bermeditasi, hibernasi, pensiun dini, you name it. Menenangkan diri sejenak dari segala penat menenteng backpack dan jalan kaki demi mengeksplor tempat liburan.

Tapi... Semua prinsip itu menguap pada saat hari kedua dinas di Jogja, aku justru merasa bosan mendekam di kamar hotel, menonton HBO dengan tayangan film yang itu lagi-itu lagi. View kamar saat itu menghadap swimming pool dan, dasar pelupa, aku lupa membawa baju renang favorit. Apa lagi yang bisa aku lakukan di hari kosong dinas di Jogja ini?

Jangan diliatin lama-lama, ntar serem sendiri...


Mbak Devi, rekan kerja (eh?) yang menemani dinas kemarin, tiba-tiba saja memberi ide, "Apa kita ke Museum Affandi?" Nah. Ini adalah keputusan yang kesekian, setelah diskusi-diskusi sebelumnya dimana kami sempat mempertimbangkan Candi Ratu Boko (batal karena tidak mungkin sunset terlihat saat mendung begini), Hutan Pinus Imogiri Bantul (jauh bro, ditambah aku masih ber-high heels-ria), dan Rumah Makan Raminten (weekend sore gini pasti rame puoll!)

Gayung bersambut banget nih, soalnya saat perjalanan dari bandara Adisucipto ke hotel satu hari yang lalu, aku melihat Museum Affandi di sisi kanan jalan dan seketika berkeinginan untuk mengunjungi. Masih "keinginan" lho. Ealah ternyata sehati sama Mbak Devi. Selain alasan 'eksternal' di paragraf yang diatas, apalagi Lin yang mendorong kalian untuk ke Museum Affandi?